Tampilkan postingan dengan label mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013

Seniman Ini "Meledakkan" Sebuah Mobil Dan Mengubahnya menjadi Karya Seni

Kali ini Anekainfounik menampilkan hasil karya Fabian Oefner's dengan karya-nya bernama Dissintegrating. Ide dasarnya adalah meledakkan sebuah mobil dan menjadikannya sebuah karya seni dengan menampilkan serpihan-serpihan mobil yang beterbangan. Berbahayakah? justru tidak karena uniknya walaupun mirip asli, mobil ini ternyata adalah mobil replika.





Dan bagaimana bisa mobil ini tampak seperti meledak? tak lain dan tak bukan adalah ketelitian dan kemampuan Fabian menggunakan aplikasi multimedia Photoshop.





Untuk menghasilkan replika mobil yang tampak seperti meledak, Fabian harus memfoto satu persatu bagian mobil, lalu menyatukannya dengan aplikasi Photoshop sehingga tampak seperti bagian tersebut melayang beterbangan. Bayangkan betapa melelahkannya?





Namun segala kesulitan itu terbayarkan karena kita disuguhi hasil karya yang cukup fantastis ini.



Untuk melihat video proses pembuatannya bisa lihat disini.



Sumber:
http://www.wired.com/design/2013/12/whoa-these-classic-sports-cars-are-exploded-into-hundreds-of-pieces/#slideid-357091

Selasa, 12 November 2013

Ini Dia 5 Negara Dengan Selera Mobil Yang Unik

Untuk urusan kendaraan bisa dikatakan tiap negara memiliki selera sendiri-sendiri, contohnya saja Indonesia yang rakyatnya sangat menggandrungi mobil MPV, alasannya muat banyak, uniknya orang Indonesia ke kantor pun naik MPV. Lain Indonesia, lain juga Malaysia yang gemar dengan sedan atau Thailand yang gemar dengan mobil double cab. Nah bagaimana dengan negara lain?

Ternyata di luar sana sana banyak juga negara yang memiliki selera yang unik terhadap kendaraan.  Nah sekarang kami akan menghadirkan 5 negara dengan selera mobil yang unik versi Anekainfounik,

Amerika - Big Size Car

Tahun 1950-an bisa dianggap sebagai tahun keemasan Amerika, di saat negara-negara Eropa hancur akibat Perang Dunia, Amerika malah bisa tumbuh menjadi raksasa ekonomi, terutama di bidang industri otomotif. Di tahun 1950-an industri otomotif Amerika mulai mengadopsi teknologi-teknologi baru seperti Mesin V8 bertenaga dahsyat, sabuk pengaman, power steering, dan lain-lain. Namun yang paling mencolok dari era itu adalah bentuk mobil-nya yang juga berukuran raksasa.

File:1957 Chevrolet BelAir, AM-93-38 p1.jpg
Chevrolet Bel Air 1957
File:'56 dodge coronet lancer quarter.JPG
Dodge Coronet Lancer

File:'55 Ford Crown Victoria.jpg
Ford Crown Victoria
Bentuk mobil Amerika yang berukuran raksasa sempat menjadi bahan olok-olokan di acara Top Gear, dimana Jeremy Clarkson mempermasalahkan jarak kemudi dengan grill depan yang terlalu jauh. Sulit dibayangkan bagaimana kalau mobil berukuran besar ini musti mencari lahan parkir di Jakarta sekarang ini.

Australia - Ute Car

Australia juga memiliki keunikan sendiri, mereka ingin memiliki kendaraan yang fungsional untuk kegiatan pertanian namun juga harus stylish, maka lahirlah Ute. Menurut cerita yang beredar konon seorang petani mengirimkan surat kepada Ford Australia meminta sebuah mobil yang hari Sabtu bisa dipakai membawa babi ke pasar, sementara hari Minggu bisa dipakai ke gereja. Desainer Ford lalu merealisasikan ide ini menjadi sebuah kenyataan. Mobil ini pertama kali disebut sebagai Coupe Utility

File:1934 Ford Coupe Utility.jpg
1934 Ford Coupe Utility
File:2006 Holden VZ Ute Thunder S 01.jpg
2006 Holden VZ
Ford Ute

Orang Australia lalu menamakan mobil jenis ini sebagai Ute. Ciri khas Ute adalah memiliki bentuk sedan tapi memiliki bak di belakangnya, karena memiliki bak belakang di negara lain mobil jenis ini dimasukkan sebagai pick up. Entah dengan anda, namun saya tidak akan mau menaikkan babi ke bak belakang.

Jepang - Kei Car

Ketika Amerika menikmati masa jaya selepas perang, kebalikannya adalah Jepang. Masyarakat Jepang selepas Perang Dunia tidak mampu membeli mobil full sized ketika itu, pemerintah Jepang lalu membuat regulasi mengenai Kei Car atau Keijidosha. Ciri khas dari Kei Car adalah ukurannya yang kecil dan juga kapasitas mesin yang kecil. Ketika pertama diluncurkan Kei Car mengusung mesin 360 cc (Tahun 1949) yang kemudian meningkat sampai 660 cc di tahun 1998.

File:Subaru360-1.jpg
Subaru 360

File:HondaLifeStepvan.JPG
Honda Life

File:2008 Suzuki Wagon R Stingray 01.JPG
Suzuki Wagon R
Pemerintah Indonesia juga membuat program serupa seperti Kei Car yaitu Low Cost Green Car (LCGC). Sayangnya program LCGC ini hendak dijegal oleh politikus-politikus yang tidak ingin rakyat memiliki mobil dengan harga terjangkau.

Inggris - Mobil Roda Tiga

Pernah lihat mobil roda tiga? pasti pernah terutama orang Jakarta karena bemo tak lain tak bukan adalah Daihatsu Midget, si mobil roda tiga. Namun soal jumlah produsen mobil roda tiga, Inggrislah jagoannya. Tercatat 13 merek mobil roda tiga lahir di Inggris.

File:1912 Morgan Runabout Deluxe.jpg
Morgan Runabout Deluxe 1912
File:BondBug700ES.jpg
Bond Bug 700 ES
File:Reliant Robin Green.jpg
Reliant Robin
Diantara yang lain Reliant Robin adalah mobil yang paling terkenal, mobil ini sering muncul di serial Mr. Bean sebagai musuh bebuyutan mobil Mini milik Mr. Bean. Mobil roda tiga sekarang terbukti kurang populer antara lain karena masalah keseimbangan dimana mobil roda tiga lebih gampang terguling daripada mobil roda empat.

India - Mobil Yang Tidak Pernah Ganti Model

Ketika menyebut mobil India di pikiran kita adalah Tata atau Maruti, tidak salah karena Tata sendiri sedang gencar menjual produknya di Indonesia. Nah tahukah anda Ambassador ? Atau Hindustan Motor? Nama itu memang asing di telinga kita namun sangat terkenal disana, bahkan Ambassador dijuluki raja jalanan di sana. Ambassador umum digunakan sebagai Taxi dan juga mobil dinas pejabat-pejabat India.

Ambassador Mark I 1958
Hindustan Ambassador Encore
Ambassador Encore 2013
Kalau anda perhatikan dua gambar diatas anda tentu sadar bahwa Ambassador -Tidak seperti pabrikan mobil  lain- tidak pernah melakukan perubahan desain secara radikal, dan uniknya model ini masih terjual sampai sekarang.


Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/American_automobile_industry_in_the_1950s
http://en.wikipedia.org/wiki/Chevrolet_Bel_Air
http://en.wikipedia.org/wiki/File:%2755_Ford_Crown_Victoria.jpg
http://en.wikipedia.org/wiki/File:%2756_dodge_coronet_lancer_quarter.JPG
http://en.wikipedia.org/wiki/Ute_(vehicle)
http://en.wikipedia.org/wiki/Kei_car
http://en.wikipedia.org/wiki/Three-wheeler
http://en.wikipedia.org/wiki/Hindustan_Ambassador

Kamis, 03 Oktober 2013

Wow, Mobil Ini Lebih Murah Daripada Mobil-Mobil LCGC

Ya mobil ini memang lebih murah dari mobil-mobil LCGC, tapi ini bukan Tata Nano, mobil ini dari halaman rumah kita sendiri alias produksi dalam negeri. Adalah mobil Tawon yang menyeruak ke kancah persaingan dengan mobil city car yang dibanderol dibawah harga mobil-mobil LCGC yaitu mulai 50 jutaan.


Mesin yang ditawarkan adalah mesin dua silinder 644 cc, memang kecil namun city car memang dirancang untuk daerah perkotaan kan?


































Harga mulai dari Rp 54 jutaan cukup bersaing dengan mobil-mobil program LCGC.



























Kalau anda merasa kurang sreg dengan versi penumpang masih ada Tawon tipe pickup dan van, cocok untuk usaha kecil anda.



Pickup ini cocok untuk daerah padat perkotaan seperti Semarang atau Jakarta karena dari segi fisik lebih kecil daripada mobil-mobil pickup lain.

Jika anda tertarik membelinya bisa mengisi formulir ini




Selasa, 01 Oktober 2013

Perkenalkan Satu Lagi Bakal Calon MPV Listrik Indonesia, Gendhis.

Masih ingat dengan proyek ambisius pak Dahlan Iskan untuk membuat MPV bertenaga listrik yang rencananya akan dipakai oleh delegasi APEC? MPV yang kabarnya akan dibuat semewah Toyota Alphard ini memang mengundang rasa ingin tahu, tak lain tak bukan karena pak Dahlan dan tim sendiri belum pernah menampilkan sosok MPV ini.

Mobil listrik karya putra putri bangsa Indonesia siap dipamerkan pada KTT APEC di Nusa Dua Bali. Mobil listrik yang ditampilkan antara lain tipe sport car dengan nama 'Selo' dan tipe minibus sejenis Alphard dengan nama 'Gendhis'.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kepada wartawan seperti dikutip Jumat (26/7/2013).
"Di sana juga ada yang penting (mobil listrik), satu lagi namanya Gendhis setingkat Alphard," ucap Dahlan.
Selain itu juga ditampilkan bus listrik dalam KTT APEC tersebut. Semua mobil listrik ini akan digunakan untuk operasional delegsi APEC non kepala pemerintahan di kawasan Nusa Dua. Mobil listrik buatan Indonesia ini diciptakan oleh Ricky Nelson dan Dasep Ahmadi.

"Buat delegasi tapi non kepala pemerintahan. Kan ada setingkat Menteri, Dirjen, Media. Itu nanti akan ada 200 mobil. Dia terus muter venue di Nusa Dua, itu terdiri dari mobil bio diesel 150 unit sisanya mobil listrik dan hybrid. Itu yang boleh beroperasi di Nusa Dua," tambahnya.
Sumber : Detik Oto

Nah tampaknya desain dari Gendhis diungkapkan oleh sebuah Page di Facebook beralamat di https://www.facebook.com/Catatan.Dahlan.Iskan



Gendhis sendiri dalam bahasa Jawa berarti gula, mungkin diharapkan mobil ini bisa menjadi pusat perhatian para delegasi APEC, nah sekarang bandingkan dengan Arimbi



Apakah keduanya bakal benar-benar diproduksi? kita tunggu saja dengan penuh harap

UPDATE :
Barusan dari Detik tertangkap penampakan asli Gendhis









Sumber : http://oto.detik.com/readfoto/2013/10/02/141619/2375539/647/1/mobil-listrik-siap-mejeng-di-ktt-apec991101mainnews

Kamis, 25 Juli 2013

Ini Dia Kereta Bayi Paling Gahar, Lengkap Dengan Pelek 20 Inch

Bagi para orang tua memilih kereta bayi memiliki banyak perhitungan, namun yang pasti sebagai orang tua pasti ingin kereta bayi yang aman saat ingin mengajak sang buah hati jalan-jalan. Bagaimana kalau mengaplikasikan kenyamanan mobil dengan kereta bayi? Skoda vRS Mega Man Pram jawabannya.

The 'Man-Pram' more than holds its own next to the new SKODA Octavia vRS

Fiturnya? ehm ini dia fitur sangar:
1. Pellek Alloy 20 inch
2. Wing Mirror
3. Hidraulic Suspension
4. Oversized brake calipers
5. Pegangan tangan anti stress
6. Lampu rem
7. Lampu sorot

Singkatnya ini adalah All Wheel Drive Baby Chart. Lihat saja ban berukuran besar yang nge-blink  seakan-akan siap diajak ngebut dan pastinya membuat anda jadi pusat perhatian.

Nicholas Richardson pushes the 'vRS Mega Man-Pram' in London's Hyde Park

Strong arm muscles are needed as Karen Bernstein and her daughter Kate try out the baby carrier

The high performance all terrain buggy has been described as the ultimate baby carrier and 'fit for a king'

Namun sayangnya anda tidak bisa membeli-nya di toko karena kereta bayi ini adalah media marketing dari produsen mobil Skoda. Ide dari "marketing gila" ini adalah mengaplikasikan berbagai fitur mobil pada benda-benda yang kita pakai sehari-hari. Silahkan lihat iklannya dibawah ini untuk melihat berbagai perkakas unik yang ada di iklan Skoda.



Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2377951/Skoda-unveils-gigantic-man-pram-complete-20-inch-alloys-brake-lights-hydraulic-suspension.html
http://paultan.org/2013/07/26/skoda-vrs-mega-man-pram-making-daddy-proud/

Rabu, 24 Juli 2013

Yuk Kita Intip Proses Pembuatan Mobil Listrik Tesla

Jika Indonesia sedang dilanda demam mobil listrik (walaupun masih dalam bentuk prototipe), Amerika selangkah lebih maju, tidak mengherankan juga karena Amerika memang sudah lama dikenal dengan industri mobil-nya. Kali ini kami menghadirkan proses pembuatan mobil Tesla, bagi yang belum tahu Tesla adalah perusahaan mobil mandiri yang khusus membuat mobil bertenaga listrik.


Tesla memang ibarat bayi yang dikepung oleh raksasa ( GM, Ford, dan Chrysler) namun gebrakan dari Tesla cukup membuat industri mobil besar cukup waswas. Wajar sih karena Tesla walaupun tergolong kecil namun berani investasi tinggi di bidang mesin robotik dan desain inovatif.


Sekarang bagaimana mobil tersebut dibuat mari kita simak dibawah ini.

To create a Model S, Tesla starts out with 50 to 60 coils of various types of aluminum, with each coil weighing up to 20,000 pounds.

Untuk membuat Model S, Tesla membutuhkan 50 sampai dengan 60 coil aluminium dari berbagai jenis.

The coils are unwound and the aluminum is flattened, then fed into a blanking machine.

Lembaran aluminium dimasukkan ke mesin.

The blanking machine processes the pieces and cuts them into flat, even pieces. Sometimes a laser is also used to cut the blanks, as seen here.

Mesin lalu memotong-motong lembaran aluminium sesuai dengan bentuk mobil.

The new blanks are fed into press lines and "stamped" into different shapes that will later form the panels of the car. A part is stamped every 6 seconds in the factory.

Lempeng aluminium lalu dimasukkan mesin press untuk membuat bentuk panel bodi.

Next, the newly stamped panels are brought to the body shop, where they are put together to create the body of the Model S.

Bodi aluminium lalu dimasukkan ke mesin perakitan untuk disatukan dengan kerangka mobil.

Tesla uses one of five different methods to join parts: industrial-strength adhesive, self-piercing rivets, cold metal transfer welding, new delta spot welding, or conventional resistance welding as seen here.

Tesla menggunakan berbagai macam teknik welding, antara lain industrial-strength adhesive, self-piercing rivets, cold metal transfer welding, new delta spot welding, or conventional resistance welding.

The body leaves the framing area as a full shell and travels down a conveyor belt where it is primed and prepped for painting.

Panel bodi yang sudah disatukan lalu dikirim ke bagian pengecatan.

The paint shop is an incredibly clean environment - no dirt, dust or other noticeable particles are allowed to affect the car's finish.

Area ini adalah area paling bersih karena adanya debu dan partikel sekecil apapun bisa menimbulkan cela saat sesi pengecatan.

The painted body is then sent to General Assembly, where it is carried down an assembly line by robots that follow a magnetic pattern inlaid in the floor.

Setelah tahap pengecatan lalu tahap perakitan.

Tesla has 160 multi-tasking robots at their Fremont factory. Here you can see an advanced robot installing a seat in the Model S at a precise angle.

Tesla memiliki 160 robot multitasking untuk memasang bagian-bagian kendaraan, tampak terlihat robot memasang kursi depan dengan akurasi tinggi.

 The same robot that installs the seats is able to pick up a windshield, put glue on it, and attach it to the car in a matter of seconds.

Robot yang sama bisa memasang windshield, memasang lem, dan merekatkan dengan bodi secara bersamaan.

Of course, robots can't do everything. In this photo, a design engineer inspects a new Model S before it is sent out.

Tetap harus di inspeksi oleh insinyur Tesla sebelum dikirim ke konsumen.

The Fremont Tesla factory employs about 3,000 people.

Secara keseluruhan pabrik Tesla bisa mempekerjakan 3000 orang dalam satu lokasi pabrik.

Ya walau dibandingkan dengan industri kita, jelas kita masih kalah dalam hal teknologi produksi maupun desain kendaraan, namun ke depannya semoga industri mobil listrik nasional bisa mencontoh Tesla dan tidak hanya berakhir sebatas prototipe.

Sumber: